Zaman doeloe, cewek yang mau pakai hijab itu susahnya Masha Allah. Mau kerja, sekolah semua serba sushaah. Persis yang dirasakan sama Herning, jurnalis senior yang kini jadi punggawa GadgetDiva.id
“Waktu itu, banyak kantor meminta syarat buka hijab. Pilihanya jadi dosen/guru atau jurnalis, kata bapakku kalau mau kerja dan tetap berhijab. Bapak juga tahu saya sejak dulu aku suka nulis,” jelas Hering Banirestu, jurnalis GadgetDiva.id, saat mengenang proses perjalanannya jadi jurnalis.
20 tahun lebih jadi jurnalis, Herning merasa karir yang dijalani itu bikin hepi. Apalagi banyak karya doi yang berdampak positif bagi orang lain. “Happy banget pas ada yang bilang karya saya ngebantu bisnis yang dilakoni, ini sering banget saya terima waktu berkarya di media bisnis SWA sampai di GadgetDiva,” lanjutnya.
Selama jadi jurnalis, Herning belajar banyak hal. Apalagi dunia jurnalis yang egaliter ngebuka banyak peluang, bukan cuman urusan materi aja ya. Tapi juga bertemu ragam karakter manusia itu kekayaan yang luar biasa yang gak semua profesi bisa ngelakuin itu.
Meski bukan background Ponpes, Herning mantab menyekolahkan anak-anaknya di Pondok. Ia pengen anak-anaknya kelak, tetap membawa #SantriValues yang telah dipelajarinya dan memberi dampak positif bagi lingkungannya.
Herning berpesan, kalo ada Santri yang mau jadi Jurnalis, yang harus diperhatikan itu tetap jaga #SantriValuesnya, as simple as menebar kebaikan dan gak rakus sama kekayaan.