Gak pernah terbesit oleh Rahmat Witno sebelumnya, bakal jadi Head Chef masakan untuk jamaah haji Indonesia. Lulusan SMP asal Pantura itu juga dipercaya mimpin 120 pekerja. Gak cuman memasak untuk 25 ribu jamaah haji dari berbagai porivinsi di Indonesia, doi juga sekalian bisa umroh dan haji. Masha Allah yaa..
Semua berawal dari #SantriValues yang doi pegang sejak dulu. Salah satunya berbakti pada Ibu. Doi pengen banget berangkatin haji ibundanya. Saking pengennya, ia beli poster ka’bah dari abang-abang keliling depan warung. Setiap poster ia pandangi dan berdoa agar kelak bisa lihat langsung ka’bah di Makkah.
Hingga satu hari, ada teman yang menawarin jadi koki masakan Nusantara di Saudi. Sempat ragu untuk maju, akhirnya ia beranikan diri. Motor, harta satu-satunya dijual buat bikin pasport. Sempat terkendala soal domisili. Akhirnya doi bikin di daerah Jakarta dan ternyata masih ada juga kendala administrasi lainnya. Teman yang mengajak pun gak jadi berangkat, tambah ragu dia.
Berkat dukungan dari teman-teman dan ibundanya, Chef Witno manteb untuk terus ikuti proses. “Alkalamu Nisfu Do’a” ucapan adalah setengah dari doa. Begitu #SantriValues yang ia pegang sebagi afirmasi diri agar bisa bekerja di Saudi. “Bismillah bekerja dengan niat ibadah,” ucapnya meyakinkan diri.
Setelah bernegosiasi, pihak PT mau kasih bekal finansial dan dicicil dari gaji bulannya. “Izin ya mak, kali ini Rahmat dulu yang berangkat, insya Allah selanjutnya Ibu ya,” izin Witno pada Ibundanya. Tibalah ia di Saudi dan bertugas sebagai koki di Resto Asia Rasa. Ndilalahnya, resto tersebut diakuisi oleh Wong Solo dan menang tender masakan untuk jamah haji Indonesia di tahun 2017.
“Waktu itu aku dites bikin masakan rendang, alhamdulillah racikan aku lolos dan dipercaya jadi Head of Chef untuk 120 pekerja. Setiap hari selama musim haji, kami menyediakan menu masakan local untuk jamaah haji Indonesia. Tugas ini saya jalankan dengan maksimal dan penuh tanggung jawab,” jelas Chef Rahmat Witno, Head Chef Masakan Jamaah Haji Indonesia
Peran penting Chef Witno berbuah manis, ia pun diizinkan untuk menjalankan ibadah umroh sekaligus haji. “Sujud sambil nangis aku depan Ka’bah. Yang tadinya lihat di poster, ini beneran saya lihat depan mata langsung. Ya Allah makasih ya Allah,” ucap Chef Witno mensyukuri bisa ibadah haji.
Perjalan Panjang Chef Witno sangat related dengan #SantriValues
وانْصَبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ
Bersungguh-sungguh lah dalam usaha, karena kelezatan hidup itu ada pada kesungguhan dalam usahanya. “Alhamdulillah 2 tahun merantau di Saudi, aku bisa umroh, haji sekalian jemput jodoh perempuan pendamping hidup aku,”