#SantriValues yang bersifat universal kompatibel dengan semua profesi, termasuk profesi jurnalis. Ini yang dirasakan oleh Indra Khairuddin, Founder & CEO Technobuzz.id. Selama berkarir 20 tahun di industri media, doi berusaha menerapkan santri values dalam bingkai tanggung jawab sosial jurnalistik. Apalagi peran media yang powerful, perlu semacam Journalist Social Responsibilities yang memberi maslahat bagi umat dan bangsa.
Diakui Indra, jadi penulis bukan profesi yang dicitakan sejak kecil. Apalagi pas remaja doi demen banget sama ilmu eksakta. Tapi itu semua berubah sejak belajar di Fakultas Ilmu Komunikasi ISIIP, doi menemukan warna baru. Kombinasi dua ilmu ini memberinya kelebihan dalam menulis dengan analisis yang runtut dan logis. Apalagi jejak #SantriValues dari Ayah dan Kakeknya, semakin menambah kekuatan baginya untuk melahirkan karya yang berdampak bagi publik.
“Dari bapak saya diajarkan tiga #SantriValues yang harus dipegang teguh. Semurni-murni tauhid, setinggi-tinggi ilmu dan sepandai-pandai siasat. Tauhid itu pondasi dasar hidup, semua hal yang dilakukan sepenuhnya karena Allah. Setinggi-tinggi ilmu, dalam melakukan sesuatu harus ada ilmunya. Sepandai-pandai siasat. Ini semacam strategi yang diterapkan harus benar supaya tepat sasaran, kerja cerdas bagian dari strategi, termasuk mengatur waktu dan mengelola keuangan dan menyusun rencana hidup,” jelas Indra Khairuddin Founder & CEO Teknobuzz.id
Pria berdarah Cirebon itu berpendapat bahwa #SantriValues yang diajarkan oleh ayahnya itu bersifat universal, bisa diterapkan oleh beragam profesi. Termasuk peran yang Indra jalani dalam karirnya. Seperti pedoman setinggi-tinggi ilmu ini juga doi terapkan saat bekerja di PT Arnott’s. Di sana doi belajar banyak ilmu manajemen dan ikut beberapa kursus bidang ilmu lain seperti akuntansi dan perpajakan.
Dua tahun berkarya untuk PT Arnott’s, doi dipanggil kembali ke Majalah Auditor, bagian dari Suara Merdeka Group untuk berkarya bersama hingga menempati posisi sebagai Wakil Pemimpin Redaksi. Tiga tahun kemudian, doi beralih ke Majalah Internal milik Telkomsel (Majalah Signal). Ilmu baru pun didapat tentang pengelolaan cara berkomunikasi perusahaan besar melalui majalah internal. Hasilnya, majalah internal buah karyanya itu beberapa kali didapuk penghargaan sebagai best inhouse magazine versi SPS.
Bekal #SantriValues yang diajarkan ayahnya itu benar-benar membekas dan berdampak bagi Indra. Kombinasi ilmu eksakta, sosial dan spiritual yang diketahui itu, doi racik sedemikian rupa hingga akhirnya bisa dipercaya untuk mentransformasi digital media Selular di 2017 yang lalu. “Jika tidak ada ilmu, proses itu pastinya akan terasa sulit,” jelas Indra yang suka berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan pelanggannya di warung makan miliknya di Jatiasih.
Menurut Indra, sejak muda ayahnya sudah aktif dengan #SantriValues yang pertama kali digaungkan oleh seorang santri asal Pondok Tegalsari yang disebut sebagai Raja Jawa tanpa Mahkota tersebut. Punya ilmu, punya siasat dan strategi serta pondasi tauhid yang kuat adalah kombinasi paripurna jalani banyak peran di dunia. Semurni-murni tauhid yang dipegang itu kuncinya ada pada kepasrahan dan mengharap Ridho Allah semata atas semua ikhtiar yang dijalankan.
Salah satunya hasilnya, doi diperjalankan oleh Allah bertemu dengan seorang mentor bisnis Alex Rusli yang sudah matang di bidang Teknologi dan Telekomunikasi. Dari situ doi berani dan mantap untuk membangun bisnis sendiri Techbiz.id dan sekarang kembali membangun Teknobuzz.id yang fokus pada informasi bidang teknologi dan gadget.