Meski lahir dari keluarga dokter, tapi sejak kecil, Rieza sudah digembleng oleh ayahnya dengan #SantriValues agar punya fondasi aqidah yang kokoh. Baginya, kecerdasan mudah didapat tapi bila tanpa akidah, tidak ada gunanya. Ayah Rieza bukan lulusan Pondok, tapi semua anak-anaknya di sekolahkan ke Pondok. Dan hebatnya, semuanya berprofesi jadi dokter.
Selain belajar ngaji, Rieza juga mendalami ilmu exact seperti matematika, biologi, kimia dan fisika. Dua tahun sebelum kelulusan, doi mulai fokus persiapan kuliah di Fakultas Kedokteran dan berjodoh di FK UNISBA. Sejak lulus, karir Rieza terus berkibar dari 2014 jadi dokter umum, praktek di RSUD dan bisa lulus jadi dokter spesialis bedah anak dari UNPAD 2023. Now, doi praktek di RSUD Sumedang, RS Muhammadiyah dan RS Hasan Sadikin.
Menurut Rieza, wejangan Kyai Hasan Abdullah Sahal “Apa yang kamu lihat, dengar, perhatikan dan kerjakan di Pondok adalah pendidikan” sangat membekas di hati dan jadi bekal hidup dengan lingkungan baru selama belajar ilmu kedokteran di kampus. #SantriValues itu lah yang akhirnya ngebentuk pribadi yang berdisiplin, tahan banting, kuat mental dan tak gentar hadapi dinamika hidup.
“Menjalani proses pendidikan kedokteran tidaklah mudah. Sempat nggak percaya, kalau lulusan pesantren seperti saya bisa bersaing di dunia kedokteran. Tapi karena #SantriValues seperti “yahanu dan syuja awalan” yang saya terapkan di kampus. Saya berhasil menaklukan stigma negatif orang tentang Santri. Atas izin Allah juga, saya bisa buktikan jika Santri mampu berkiprah di dunia kedokteran dan jadi pemimpin bagi yang lain,” jelas Rieza Nurdinsyah Hadikusumah, dokter Spesialis Bedah Anak
Bagi Rieza, profesi dokter itu seperti guru yang setiap kata dan nasihatnya dijadikan rujukan oleh murid. Dokter pun juga, kata dan nasihatnya bakal di pegang oleh pasien. Makanya, doi jadikan profesi dokter sebagai wasilah kebaikan dan kesehatan bagi pasien. Doi pun mantab, agar profesi yang dijalani punya nilai amal jariyah yang kelak jadi bekal menuju keabadian.
Jadi dokter memang pilihan yang “out of the box” dari santri pada umumnya. Apalagi dokter bedah anak yang atas izin Allah pasien yang tadinya sakit, bisa kembali sehat, selamat dan bisa meraih sukses di masa depan. Ini yang bikin Rieza tambah semangat untuk terus membawa #SantriValues dalam profesi dokter yang dijalani.
Anak bungsu dari tiga bersaudara ini merasa bersyukur bisa belajar di Pondok. Baginya, santri adalah paket lengkap dalam berkehidupan di tengah masyarakat, apapun profesinya. “Memang awalnya terpaksa berdisiplin. Pada akhirnya terbiasa dan bisa mengatur waktu, mengelola organisasi, keuangan. Punya skill set mental dan karakter yang kuat dan baik, bisa bertahan dan adaptif dengan berbagai tantangan,” jelas alumni Pondok Modern Darussalam Gontor 2006 itu.