Amanah, disiplin dan konsisten mendidik adalah beberapa #SantriValues yang dijunjung Awal. Hasilnya, Wali Santri berbondong menitipkan anaknya belajar di Primago. Yang semula hanya sebatas lembaga bimbel masuk Gontor. Kini, bertransformasi menjadi Pondok Pesantren yang dicitakan menyiapkan pemimpin masa depan.
Kenapa anak zaman now harus ke Pesantren? Ini yang terus Awal syiarkan lewat Primago. Pesantren dengan #SantriValues nya adalah jawaban menghadapi perubahan zaman. Dari dulu hingga sekarang, Pesantren terus mensupply para ahli di bidangnya. Niat ini jadi pondasi Primago untuk melahirkan generasi masa depan yang berkualitas dan bermanfaat bagi umat dan bangsa.
“Menjadi pendidik adalah tugas mulia, penerus risalah kenabian. Membangun mental & mindset generasi yang bermartabat dan bermanfaat. Mendidik juga bagian dari sedekah ilmu, waktu, tenaga, pikiran jiwa dan raga. Khidmah di Pesantren adalah bagian dari investasi abadi yang tidak akan pernah terputus meski raga dalam liang lahat,” Awaluddin Faj, Pendiri Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago.
Taharrak Fainna Fil Harokah Barokah. Bergeraklah, karena dalam pergerakan ada keberkahan. #SantriValues dari KH Abdullah Syukri Zarkasyi ini sangat membekas. Awal terus bergerak dan menggerakkan santri sebagai agent of change dan benteng pertahanan umat dan bangsa. Santri itu the breeding of future leader, peran mereka akan dibutuhkan di masa depan.
Sebagai praktisi dan konsultan pendidikan Islam dan pesantren, Awal terus berbagi ilmu dan pengalaman ke banyak sekolah dan pesantren soal pengembangan dan manajerial pendidikan berlandaskan #SantriValues. Nilai-nilai kesantrian itu bersifat universal (rahmatan lil ‘alamin), sangat kompatibel dengan perubahan di segala zaman.
“Santri harus jadi inspirasi bukan sekedar aspirasi. Santri harus bersungguh-sungguh, totalitas menggapai mimpinya. Kalau tidak mampu membangun mimpi sendiri, maka bersiaplah bila dipekerjakan bangsa lain untuk membangun mimpi mereka,” jelas peraih gelar doktoral Pendidikan Islam Universitas Ibnu Khaldun, Bogor.
Selain mengelola pondok, Awal juga merintis banyak bisnis bersama superteamnya. Baginya, cara pandang yang beragam soal “dapur ngebul” sering banget jadi gesekan semua orang. Makanya, penting banget guru, kyai dan pendidik harus subur makmur. Jadi kalo ngajar #SantriValues nya terjaga sepenuh hati, ruhhan wa jasadan (ruh dan raga). Ngajar lillahi ta’ala, nggak ngarep-ngarep di gaji berapa.
“Guru harus tajir, jadi milyarder dan dermawan. Biar transfer ilmunya masuk di hati, jiwa dan fikiran murid. Karena itu, aku bangun beragam entitas bisnis untuk menopang ma’isyah keluarga,” jelas pemilik bisnis di bidang fashion, travel dan jasa multimedia tersebut.
Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.